Rabu, 14 November 2012

Untukmu Wahai Lelaki

Jangan pedulikan angin
dia hanya menggoda rumput yang malu-malu
mencanda dalam romantisme sesaat
membelaimu dengan tiupan wahn agar kau terlelap

Senandung jihad begitu indah terdengar
lebih indah dari nyanyian awan yang dibawa untuk bumi
ketika kematian lebih dicinta demi hidup yang sebenarnya

Ketika darah muslim menjadi komoditas murah
kau baca semua artikel tentang keganasan mereka terhadap saudarimu
kau saksikan foto-foto biadab yang merenggut izzah para muslimah
kau caci mereka dengan sumpah serapah
lalu, hanya sampai itukah?

apa yang membuatmu untuk tidak melawan?

Dengarlah!
andai aku laki-laki
tak kan kubiarkan bidadari bermata jeli itu menanti-nanti
'ainul mardhiyah yang telah dijanjikan
syurga menagih pengorbanan
tidak seperti neraka yang berpagar kenikmatan
sungguh, kematian adalah sebuah pembebasan

•DZIKIR CINTA•


Mengingat-Nya di kala suka dan duka..

Mengingat-Nya di kala rindu yang membuncah..

Mengingat-Nya di kala hening, hanya berdua..

Mengingat-Nya di kala nurani dipermainkan oleh logika..

Basah bibir ini menyebut nama-Nya..

Bukan tiba-tiba..

Di sana, rasa malas ditanggalkan,
Di sana, rindu dan cinta dipupuk dan di siram
Luangkan waktu yang tak bisa diulang..

*Syair Cinta Dalam Istikarahku*




“Syifa, Syifa kamu dimana nak?” terdengar suara Umi dari halaman depan memanggilku, ada apa ya?
“Tok Tok” ada yg mengetuk pintu kamarku,
“Ayo cepat kita sambut Para Da’i yg akan tinggal satu minggu disini u
ntuk pelatihan dan membantu mengajar santri di tempat kamu kerja” suara Abi dari depan kamar
“Iya Abi” sahutku pelan
“Lo Kok suaramu gak semangat gitu?” Abi melanjutkan!
“Ini sedang siap siap Abi” sepertinya Abi tau kalau aku malas menyambut mereka, sebenarnya bukan malas sih, tapi aku takut. Takut ga bisa mengontrol diri, dan pandangan ini harus kujaga juga dari mereka. Tapi yah mau bagaimana lagi. Mereka pelatihannya di tempat aku mengajar, nanti mereka juga akan bekerja denganku disana, mau ga mau harus kenal juga kan. Bismillah. Ya Allah semoga Hamba tidak menjadi fitnah bagi mereka nantinya selama kami bekerja sama.